Menyulut Api di Padang Ilalang: Pidato Politik Sukarno di Amuntai 27 Januari 1953

Aku mengenal riwayatmu. Izinkan aku menuliskannya, Eyang Gayatri Rajapatni yang aku hormati.

Apa hubungan metropolitan London dengan kecamatan kecil Trowulan? Apa kaitan Eropa yang glamor dan Majapahit yang sunyi? Dengan menari-nari di atas imajinasi dan menembus lorong waktu antarperadaban, novel ini menghadirkan sejarah sebagai panggung belajar tentang aneka kekinian, dari letupan cinta yang membara, intrik kekuasaan politik, hingga modernitas yang gelisah.

Category: Tag:

Description

Perdebatan dasar negara antara golongan Islam dan golongan Nasionalis Netral Agama sama tuanya dengan umur Republik Indonesia. Perdebatan tersebut kembali mencuat saat pidato Presiden Sukarno di Amuntai pada 27 Januari 1953. Membuat beberapa kalangan, terutama Islam, mempersoalkan pidato tersebut. Buku Menyulut Api di Padang Ilalang ini meneroka beragam protes yang dilancarkan berbagai pihak di beberapa media massa kala itu dan menghadirkan beberapa aktor yang pernah hadir langsung saat pidato akbar Sukarno yang terkenal itu.

Additional information

Penulis

Penerbit

Berat

Dimensi

Jumlah Halaman

Sampul

Tahun Terbit